Pemilu,, Sebuah Pantun, Dapatkah Dibalas Kawan?
Recent Entries
- Zaskia Sungkar Bangga Sudah Bisa Hasilkan Uang
- Melinda Pacari Firman Siagian?
- Andi: ‘HANTU PUNCAK DATANG BULAN’ Sudah Lulus Sensor
- Julia Perez Membuka Hati Untuk Pria Indonesia?
- Jupe ‘Menggoyang’ Para Pengunjung Sebuah Hotel
- DI3VA ‘Tiarap’, Titi Jalan Terus
- Pemkot Samarinda Anggap Wajar ‘SUSTER KERAMAS’
- Dian Sastro Sudah Diboyong ke Rumah Calon Mertua
- Dwi Andhika Kesal Pacar Diambil Ruben Onsu
- Bahagia, Krisdayanti Tak Peduli Soal Kiamat










July 7th, 2009 at 3:06 am
ha .ha.., bisa aja kau sobat..
baju dijemur ada yang curi
jalan-jalan telanjang dada
tak diukur sampai ke hati
enggan memilih tiada mengapa
@ ha ha.., golput ..sst,..katanya
July 7th, 2009 at 9:09 am
baju baru baju lama
sama saja warna warni
ga maju indonesia
kerjaanya rebutan kursi
berburu rusa
pakai senapan
basmi mereka
badut senayan
July 7th, 2009 at 12:30 pm
ada gula ada semut, si rasta emang imut..
hahah..
maaf saudaraku, rasta g terlalu ngrti buat pantun..
bisanya ini aja..
piss and love for u hilal..
July 7th, 2009 at 6:27 pm
DIAM
diam adalah pilihan
menyendiri-pun bagian demokrasi
begitu pula buat yang basa basi
apalagi soal sesuap nasi
diam bukan ancaman
bukan soal ambisi
namun soal tradisi
janji yang terbawa sampai mati
diam-ku bagian demokrasi
tanks bunnan, yahoo answer!
bunnan
July 7th, 2009 at 7:25 pm
Harga mahal tak boleh kurang
hasil dijahit juga dirajut
Sebentar lagi pemilu datang
boleh memilih, janganlah golput
Harga turun cuman seratus
hamba harap turun serbu
Jangan bingung pilih yang bagus
jangan pilih partai penipu
Besok dipakai untuk jalan-jalan
sekarang mampir dimesin cuci
Hamba sudah tak bisa paksakan
karena pilihan di dalam hati
July 8th, 2009 at 1:06 am
Hai ko….saya balas
Indah gaung irama suling
lembut gemulai bak petikan dawai
hati bingung kepala pusing
partainya ramai, seperti pawai
duhai puan berhidung bangir
buatkan hamba semangkuk bubur
duhai tuan si tukang tafsir
carikan hamba partai yang jujur
July 8th, 2009 at 6:08 am
Jalan-jalan ke pasar senen
pulangnya mampir ke linggarjati
Tak peduli siapa presiden
asal memimpin dengan hati
Beli baju berwarna putih
Cari yang cocok dengan celana
Kalau hati enggan memilih
Nikmati saja tanggal merahnya :p
July 8th, 2009 at 11:40 am
nasib hidup di tengah sensasi
menaggung hutang di sana sini
kalau kita tak pandai menghitung
pasti kita mendelik memandang nasi
pemilu sebentar lagi
jagokan pilihan sesuai hati
jangan terbius janji manis beduri
bisa bisa merugikan negri
hambar jangan ditawar
bila tak pantas di atas mimbar
podium suara rakyat jelata
jangan kucilkan nasib mereka
tu sudah aku balas kawan……….gimana…
salam…